JAKARTA – Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Alumni Resimen Mahasiswa Seroja Timor Timur, Dr. Stevy Hanny, bertemu Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Raden Yoga Raharja, S.E., M.M., M.I.Pol., Selasa (1/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung R. Soeprapto Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut membahas pendataan Pahlawan Seroja yang gugur dalam penugasan di Timor Timur.
Kedua pihak juga membicarakan rencana ziarah keluarga Pahlawan Seroja ke Taman Makam Pahlawan Seroja di Dili, Timor Leste. Pembahasan meliputi mobilisasi peserta dari daerah tempat tinggal, pelaksanaan kunjungan, hingga kepulangan ke daerah masing-masing.
Program ziarah tersebut disebut sebagai tindak lanjut amanat Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Pertahanan. Direktorat Sumber Daya Manusia telah membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan koordinasi dengan keluarga Pahlawan Seroja.
IKA Menwa Seroja Timor Timur melakukan pencarian terhadap keluarga almarhum Joko Witoyo dan Sukimanto. Keduanya merupakan anggota Resimen Mahasiswa yang gugur dalam penugasan pada 1991.
Joko Witoyo berasal dari unsur Resimen Mahasiswa Mahadipa, Jawa Tengah, sedangkan Sukimanto berasal dari Resimen Mahasiswa Jayakarta, DKI Jakarta. Komunikasi dengan pihak keluarga telah dilakukan untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam kegiatan ziarah.
Ziarah direncanakan berlangsung setelah peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026. Kementerian Pertahanan masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai pelaksanaan kunjungan tersebut.
Peserta program mencakup keluarga Pahlawan Seroja dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Pertahanan Sipil, Tenaga Bantu Operasional, guru, Wanra, aparatur sipil negara, dan Resimen Mahasiswa.
IKA Menwa Seroja menilai ziarah tersebut menjadi bentuk perhatian dan penghargaan Presiden Prabowo Subianto serta Pemerintah Indonesia terhadap pengabdian Pahlawan Seroja. Fasilitasi kunjungan diharapkan dapat membantu keluarga mengenang kerabat mereka yang gugur dalam penugasan.
Organisasi itu juga berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para pelaku sejarah penugasan daerah operasi Timor Timur yang masih hidup. Harapan tersebut disampaikan di tengah rencana revisi Undang-Undang Veteran.
IKA Menwa Seroja berharap para Pejuang Seroja yang bertugas pada 1978–1999, baik dari unsur TNI, Polri maupun unsur lain yang memiliki surat perintah tugas pemerintah, dapat diakomodasi sebagai Veteran Republik Indonesia. (PERS)

Updates.